
Apa yang sebenarnya terjadi di dalam lampu UV tersebut?
Sebagian besar lampu pengeringan menggunakan sinar UV pada dasarnya merupakan “kotak hitam”. Anda hanya perlu menyalakan saklarnya, lalu mendengarkan suara bising yang dihasilkan oleh lampu tersebut. Anda pun hanya bisa berharap bahwa resin tersebut akan mengering dengan baik. Ini merupakan proses yang sangat sulit untuk diprediksi.
Kami ingin memperbaiki hal ini. Oleh karena itu, kami memasang sistem pemantauan tenaga listrik langsung ke dalam rangkaian daya lampu tersebut. Sekarang, Anda dapat melihat besarnya daya yang digunakan serta fluktuasi dayanya secara real-time melalui panel kontrol atau PLC.
Cara kerjanya
Hal ini tidak sesederhana sekadar memasang meter di sisi lampu saja. Kami menggunakan trafo arus dan divider tegangan untuk mengirim data ke gateway. Hal ini penting, karena Anda dapat mengetahui kapan lampu mulai melemah. Ketika daya yang digunakan menyimpang dari nilai yang seharusnya, berarti lampu tersebut sudah mulai rusak. Anda dapat mengganti lampu tersebut sesuai keinginan Anda, sebelum seluruh proses produksi terhenti.
Kekurangannya
Penambahan perangkat keras ini tentu membutuhkan ruang yang lebih banyak di bagian sumber daya listrik. Kabel-kabel juga menjadi lebih ramai. Namun, tantangan utamanya adalah masalah panas. Lampu UV berintensitas tinggi menghasilkan panas yang sangat tinggi. Jika kipas pendingin tidak cukup efektif, maka perangkat pemantauannya bisa rusak. Anda perlu mengelola suhu dengan baik, agar tidak menimbulkan masalah lain.
Mengapa ini penting?
Dengan adanya sistem pemantauan ini, proses pengeringan menjadi lebih akurat. Anda tidak perlu lagi bergantung pada timer atau pemeriksaan manual; Anda memiliki data yang akurat. Dengan demikian, proses perawatan menjadi lebih terencana. Anda tidak perlu mengganti lampu setiap beberapa bulan hanya karena batas waktu yang ditentukan, tetapi cukup menggantinya ketika lampu tersebut benar-benar rusak. Ini lebih sederhana, dan lebih hemat. Yang paling penting, Anda tidak akan lagi menemukan komponen yang belum dikeringkan di akhir proses produksi.